Doktrin Monroe : Idealisme Politik AS Hingga Perang Dingin



James Monroe Dalam Perang 1812

Perselisihan dan konflik antara Amerika Serikat dan Inggris masih terjadi paska kemerdekaan lebih tepatnya 30 tahun setelah draft deklarasi kemerdekaan Amerika Serikat ditandatangani oleh 56  kongres kontinental dari seluruh negara konfederasi Amerika Serikat. Lebih dalam, peristiwa tersebut terjadi di era pemerintahan Presiden Thomas Jefferson hingga James Madison yang mulai membuka dagang dengan musuhnya Inggris dan Perancis dengan menghapus Non-Intercourse Act dan menggantinya dengan Marcon’s Bill pada tahun 1810,  sebab kala itu Eropa sedang di landa Perang Napoleon. AS melihat adanya peluang ekonomi karena keadaan perang akan mendesak negara di Eropa kala itu mencari pasokan Sumber Daya Alam (SDA) kebutuhan perang.
Terjadilah perselisihan antara kedua negara yang saling berperang tersebut dengan membawa praktik politis, seperti penyanderaan dan perampasan kapal-kapal dagang dari Amerika Serikat, sebab Inggris masih berkeinginan menguasai Amerika Serikat kembali, maupun Perancis yang ingin memperluas ekspansinya, khususnya di Benua Amerika melalui Amerika Serikat. Hal tersebut menimbulkan tendensi yang kompleks terhadap Eropa, hingga Amerika Serikat mendeklarasikan embargo kembali dan perang terhadap Perancis dan Inggris tahun 1812, adapun tujuan lain dari perang ini adalah keinginan Amerika Serikat untuk memperluas wilayah perbatasan yang masih bersengketa dengan Koloni Inggris di Kanada maupun di selatan yang masih dikuasai oleh Spanyol.
Keinginan ekspansi Amerika Serikat dilatarbelakangi oleh James Monroe yang menjabat sebagai Mentri Sekertaris Negara (setara dengan Menteri Luar Negeri) di era Presiden Madison, karena pengalamanya dalam militer dan politik luar negeri dengan menjadi representatif Amerika Serikat untuk Perancis dan Inggris dimasa Thomas Jefferson. Monroe lah yang menggagas ide deklarasi perang terhadap Inggris dan Perancis sebagai respon final terhadap perlakuan Inggris di depan kongres Amerika Serikat tahun 1812, serta merekap dirinya sebagai Sekertaris Perang saat perang berlangsung.
Penganekasasian Florida yang saat itu dikuasai Spanyol pada masa perang kemerdekaan kedua Amerika Serikat, juga digagas oleh Monroe dengan melihat kembali Florida yang ia negosiasikan dalam  pembelian wilayah Lousiana dari pemerintah Spanyol, atau pun saat Florida menjadi bagian wilayah koloni Inggris. Belum lagi ia juga melihat lemahnya situasi politik Spanyol hingga mempengaruhi kekuatan diwilayah jajahanya saat sedang dikuasai Perancis dalam Perang Napoleon. Hal tersebut terlihat adanya negara-negara jajahan Spanyol di Amerika Latin seperti Argentina yang memerdekakan diri, dan melihat dari peluang tersebut penganeksasian daerah Florida berhasil dilakukan secara total dari tahun 1814 sampai tahun 1819.

Doktrin Monroe, Arah Kebijakan Luar Negeri AS dan Era Imperialisme

Pengalaman Monroe dalam diplomasi maupun keterlibatanya dalam perang melawan Eropa setelah kemerdekaan Amerika Serikat saat menjabat sebagai Menteri Sekertaris Negara, membawa pengaruh pada gagasan-gagasan yang tatakala juga berpengaruh pada arah politik luar negeri Amerika Serikat. Baginya, perang dan kemenangan menjadi parimeter dan membawa negara dalam derajat prestise yang tinggi dalam mempengaruhi negara lain melalui Hard Power, terlebih Monroe sendiri memiki pengalaman sebagai tentara kontinental sebelum akhirnya masuk keranah perpolitikan. Nilai demokrasi dan liberalisme sebagai pandangan hidup masyarakat Amerika Serikat yang menciptakan stigma buruk terhadap peguasaan koloni Eropa dari pengalaman pahit penjajahan Inggris di Amerika, juga membawa pengaruh pada politik luar negeri yang dibawa oleh Monroe hingga dirinya menjabat sebagai Presiden pada tahun 1917.
Doktrin Monroe sendiri menjadi statement paling terkenal, dan menjadi salah satu arah penentu politik luar negeri amerika serikat pada tahun 1823. Framing statement tersebut, selain dilandaskan idealisme nilai demokrasi dan kebebasan dalam ideologi negara, secara realita pada saat itu Spanyol yang sudah bangkit dari keterpurukan paska Perang Napoleon berkeinginan kembali untuk kembali menstabilkan negara jajahanya di Amerika Latin, terlebih banyak kaum Creolle memberontak dengan mendirikan negara baru. Baginya Amerika Latin merupakan wilayah jajahan paling strategis bagi perekonomian dan penyumbang devisa terbesar bagi kerajaan, belum lagi keinginan inggris dalam menguasai dagang di Amerika Latin terlihat kuat dari dorongan inggris ke amerika serikat untuk menghentikan langkah spanyol dalam menganeksasi kembali wilayah jajahanya.
Substansi dari Doktrin Monroe terdiri dari empat prinsip dasar yang termuat, yaitu:
1.      Amerika Serikat tidak akan mencampuri masalah internal di Eropa, termasuknya peperangan yang berkenan dengan masalah internal.
2.      Amerika Serikat mengakui dan tidak akan mencampuri urusan yang masih dikuasai koloni Eropa.
3.      Kolonialisasi Eropa lebih lanjut harus dihentikan.
4.      Upaya menekan dan kendali yang dilakukan oleh Eropa di negara baru dipandang sebagai tindakan kekerasan melawan Amerika Serikat.
Kepentingan dagang inggris di amerika latin hanya bersifat menekan ke amerika serikat sebagai negara yang mengakui kemerdekaan negara-negara baru di amerika latin, apa lagi posisi kedua negara ini memiliki kesamaan pengalaman dijajah bangsa Eropa, terlebih tidak ada cara lain karena posisi spanyol sendiri merupakan sekutu kala perang napoleon berkecamuk di eropa. Melihat adanya kepentingan tersebut, Monroe memiliki pandangan berbeda dengan inggris dengan menyatakan wujud geografi politik dibenua amerika sudah berubah menjadi suatu entitas kebangsaan yang baru, walaupun konteks tersebut memberikan dilema terhadap krisis identitas bagi dunia baru tersebut sebagai komunitas yang memiliki rangkap budaya tersendiri atau hanya penerus dari bangsa koloni sebelumnya, terlebih lagi dikarenakan kedudukan kaum kulit putih di amerika serikat dan Creolle yang menjabat di kursi pemerintahan tertinggi, maupun strata tertinggi dalam kelas sosial di amerika latin.

Doktrin Monroe pertama kali ia ungkapkan dalam kongres tahunan amerika serikat tahun 1923, dan mendapat dukungan penuh oleh Menteri Sekertaris Negara yang saat itu dijabat oleh John Quincy Adam dan menjadi acuan dan arah kebijakan luar negeri amerika serikat, untuk menyebarkan paham demokrasi keluar amerika pertama kali, dimulai dari amerika latin, usulan tersebut dilanjutkan dan dirancang oleh kabinet Monroe itu sendiri dalam rencana George Canning’s Plan untuk melindungi kepentingan amerika latin terhadap aggressor dari eropa khususnya inggis . Melihat disintegrasi dan perang kemerdekaan yang terjadi, sebagai tahapan awal yang dilakukan oleh amerika serikat adalah mengakui kemerdekaan negara baru tersebut menjadi negara berdaulat, Menlu Adam sendiri pada tahun tersebut melakukan misi diplomatis dalam membantu advokasi dan hak kemerdekaan dari amerika latin, paska permohonan Caesar Rodney salah satu penandatangan kemerdekaan kepada Monroe dalam membuat komisi investigasi, lanjut misi diplomasi yang dilakukan dengan memberi bantuan keamanan kepada Argentina dan juga tekanan pers dari amerika serikat yang menyerukan kedaulatan negara baru tersebut.

Keberadaan Holy Alliance sebagai kekuatan aliansi baru di Eropa paska perang napoleon juga menjadi tantangan terberat dalam menimbang kekuatan amerika. Holy Aliance sendiri aliansi sekutu yang terdiri dari Tsar Rusia, Prusia maupun Inggris dan memberikan dukungan terhadap spanyol dalam merebut kembali wilayah jajahanya, sebab keberadan spanyol juga merupakan misi ketuhanan misionaris yang selama ini dibawa oleh kerajaan Spanyol melalui penyebaran agama Katolik keseluruh Amerika Latin. Eksisnya kekuatan sekutu akhirnya mendesak kebijakan luar negeri amerika serikat untuk masuk dan terlibat dalam  politik intervensi di negara-negara baru tersebut.
Intervensi yang dilakukan oleh amerika serikat terhitung cukup lama, dan berkembang seiring bergantinya rezim dan pemerintahan. Namun secara politis, pada awalnya amerika serikat  menjalankan Doktrin Monroe secara idealis dengan hanya berambisi mengusir kekuatan eropa di benua amerika. Namun amerika serikat mulai mengintervensi politik dalam negeri amerika latin setelah Presiden James K Polk, dalam pendapatnya tentang hak non intervensi Eropa terhadap wilayah teritori di Benua Amerika, karena Inggris yang masih berkeinginan untuk menguasai wilayah Pantai Barat khususnya Texas pada tahun 1845, pandapat tersebut juga bisa disebut dengan Doktrin Polk yang merupakan lanjutan dari Doktrin Monroe.

Pendapat Polk itulah yang menjadi awal masuknya kepentingan nasional amerika serikat dalam tubuh pemerintahan amerika latin secara intensif, setelahnya amerika latin memiliki beberapa peristiwa penting sebagai bentuk dan implikasi dari Doktrin Polk. Seperti dalam kemerdekaan Kuba dimana amerika serikat sedikit mengubah konstitusi dalam undang-undang dasar, menyebarkan pangkalan militer diseluruh amerika latin dan juga pembangunan yang mengarah pada kepentingan nasional amerika serikat, contoh kecilnya adalah Terusan Panama. Masa-masa ini disebut juga dengan Era Imperialisme yang merupakan output dari dokrin Monroe yang tak lebih dari kepentingan ekonomi belaka, bahkan tercipta interdepedensi yang kuat antara amerika latin dan amerika serikat, seperti pada masa The Great Depression tahun 1930 an yang mana amerika latin terkena imbas paling besar di luar amerika serikat.

Politik penguasaan di amerika latin melalui Doktrin Monroe juga melewati beberapa masa tertentu dengan masalah yang tidak kalah penting. Pada masa Theodore Roosevelt negara amerika latin seperti Venezuela, mengalami masalah krisis ekonomi sebab negara memiliki hutang yang menumpuk dengan negara-negara di Eropa, sehingga kapal perang dari Eropa datang untuk menagih penumpukan hutang tersebut. Dalam menyikapinya Roosevelt berinisiasi untuk membentuk Roosevelt Corallary yang tak lain adalah inisiatif amerika serikat untuk masuk lebih dalam menguasai Amerika Latin sebagai Polisi Amerika agar negara-negara di Amerika Latin bertanggung jawab atas masalah finansialnya. Praktek yang dilakukan adalah menaruh pangkalan-pangkalan militer dengan alasan untuk menghindari ancaman dari luar, terlebih posisi dunia saat itu sedang dilanda kekacauan perang dunia pertama.

Doktrin Monroe Pasca Perang Dunia Kedua

            Doktrin Monroe membawa posisi sulit bagi amerika latin, dalam membawa kepentingan nasionalnya melalui politik luar negeri lebih luas. Posisi Amerika Serikat sebagai negara yang cukup kuat menanamkan intervensi di amerika latin mulai melepaskan diri dan meninggalkan Doktrin Monroe karena ada beberapa sebab, yang pertama adalah perubahan signifikan kondisi ekonomi politik paska perang dunia kedua, membuat Amerika Serikat sebagai pihak yang menang berambisi lebih jauh untuk menyebarkan paham demokrasi keseluruh dunia, apalagi Amerika Serikat kala masuk kedalam perang dingin melihat adanya rival politik bukan lagi berada di amerika latin melainkan Uni Soviet yang juga gencar menyebarkan faham komunisme dunia melawan faham demokrasi liberalis kapitalis Amerika Serikat, tingkat urgensi bagi Amerika membuat pakta pertahanan militer atlantik utara atau biasa di sebut NATO yang cukup tinggi menimbang tingkat kekuatan militer dan sekutu negara dunia kedua yang cukup kuat.

            Kedua, masyarakat amerika latin mulai sadar akan penindasan selama masa imperialisme amerika berlangsung. Banyak terjadi gejolak politik dan revolusi seperti di Kuba dan Bolivia, muncul pula gerakan revolusioner dengan tokoh terkenal seperti Che Guevara, Fidel Castro Hugo Cheves, dan lainya dengan dasar asumsi bahwa apa yang sudah dilakukan amerika merupakan kejahatan para kelompok kapital yang selama ini menindas kaum kelas menengah kebawah, dan juga adaya dilema nilai demokrasi yang selama ini dibawa dalam prinsip Doktrin Monroe. Sebab Amerika Serikat selama ini mendukung pemerintahan yang dipimpin oleh para diktator korup yang sering menjadi masalah bagi perekonomian negara dan membawa negara pada keterpurukan hutang-hutang yang dipinjam dari negara barat.

            Faktor kedua juga menjadi alasan mudahnya masuk faham komunisme di negara-negara amerika latin dan menjadi kesempatan bagi Uni Soviet untuk mencari sekutu disana seperti Kuba yang menjadi lahan paling strategis karena posisi geografisnya tidak berjauhan dari amerika serikat, dan membawa Kuba dalam Krisis Teluk Babi di masa perang dingin. Masuknya faham komunisme di Amerika Latin juga tetap ditentang oleh Amerika Serikat dengan tetap menggunakan Doktrin Monroe sebagai acuan tetap, tetapi alur politik dan peta dunia yang sudah berubah membawa Amerika Serikat tetap mempetimbangkan kekuatan Uni Soviet sebagai lawan yang nyata kala itu sebagai prioritas kebijakan luar negeri semasa perang dingin berlangsung.
           





Bibiliography
Renehan, E. J., 2007, The Monroe Doctrine: The Cornerstone of American Foreign Policy,New York, Chealsea House Publisher.
Biographies of the Secretaries of State: James Monroe (1758–1831) diakses tanggal 22 November 2017, bisa diakses di “https://history.state.gov/departmenthistory/people/monroe-james”
Madison Foreign Affairs diakses tanggal 22 November 2017, bisa diakses di “https://millercenter.org/president/madison/foreign-affairs"
Bowker, Paul., 2009, IBERO-AMERICAN INTERSECTIONS: Constructing (Trans)National Imaginaries in Spain and Latin America, 1898-1938, Auckland, the Thesis of Philosophy in Spanish, The University of Auckland, bisa di akses di “https://researchspace.auckland.ac.nz/bitstream/handle/2292/5684/02whole.pdf?sequence=4

Peranan Doktrin Monroe dalam Politik Luar Negeri Amerika Serikat dan Pengaruhnya Terhadap Amerika Latin, diakses tanggal 23, bisa diakses di “http://indonesiadalamsejarah.blogspot.co.id/2012/05/peranan-doktrin-monroe-politik-luar.html

Seminggu di Malaysia - Part 6 (Terakhir)

Hari ini tanggal 8 hari kamis, pagi terakhir disini sebelum balik pulang kejogja. Pagi aku masih di hotel buat guling guling di kasur, hari itu aku males banget buat keluar-keluar, aku udah mulai bosan disini maklum kan udah hampir seminggu disini, jadi dari pagi sampek siang tiduran aja disini bahkan baru mandi pas jam 12. Hari itu aku juga masih inget kali hari ini bakal jadi hari terakhir disini, jadi pas pagi aku gak lupa buat nyempetin diri pergi ke pasar karat lagi cari oleh-oleh. Aku udah janji sama temen-temen buat cari oleh-oleh yang gak macem macem bahkan yang gak mahal mahal banget kayak coklat, awalnya aku pengen beri mereka buku berbahasa melayu asli, tapi kalo dipikir-pikir harganya juga mahal kurang lebih sama coklat, jadi aku merundukan niat buat beliin mereka buku, walau sebenernya aku juga beli buku tapi buat aku sendiri itu pun juga buku bekas. Di pasar ini juga aku cari rokok Jarum, soalnya stok rokok di kantong udah mulai habis mana cuma rokok jarum yang harganya jauh lebih murah dibanding rokok dengan cukai Malaysia asli.

Pagi-pagi di Pasar Karat
Rokok Jarum with old cover and with no custom


Pas udah agak siangan aku udah di LINE sama mas Iqbal buat ketemuan, sekalian ketemu mas iqbal aku cari-cari makan dan ketemu Shamarwa, aku ambil yang Large harganya 12 RM tapi isinya Guedee banget kalah sama kebab-kebeb yang pernah kumakan sebelumnya, dan itu kumakan dijalan, sebenernya dideket situ ada KFC cuma entah kenapa perut udah mulai enek sama KFC soalnya udah keseringan makan di KFC, jadi aku beli milo aja di situ.


Sampek mblenger ngabisin ini
Udah sampe di KL Sentral, mereka nyuruh ketemuan di mushala, kami sedikit bincang kalo sebenernya aku mau nginep dibandara malam ini, soalnya keberangkatan ke jogja besok mulai jam 9an, aku takut kalo gak ada bus sebelumnya kearah bandara mana aku juga orangnya suka telat bangun. Dari sini aku gak ada niat ngajak mereka buat nginep dibandara, tapi akhirnya mereka malah ngikut buat nginep di bandara entar malam. Kami istiirahat sebentar, lalu mas Iqbal di telpon katanya mau nemui sodaranya di KL, yaudah akhirnya aku sama mas joko yang jalan. Aku minta sama dia buat ke KLCC lagi, dia awalnya nolak, dia bilang udah sering kesana tapi akhirnya dia mau anterin aku kesana. disana aku lupa beberapa nama ada yang belum aku tulis, jadi aku balik buat foto-foto lagi.

Lagi-lagi
....
Udah puas, mana hari itu udah milai mendung, kami balik lagi ke KL Sentral, ternyata disitu mas Iqbal ngajak ketemuan lagi, yaudah kami ketemuan dan sampek di KL Sentral mereka ngajak buat ke Pasar Seni lagi, dia bilang mau beli oleh oleh lagi, yaudah sekalian makan sore di KFC kami balik lagi buat cari makanan, mas joko cari kopi sama minuman lainya buat dosen sedangkan aku cuma cari satu pack tehtarik buat ibu kos. Kami balik lagi didalam buat cari coklat, mereka kolot banget buat nawar-nawar coklat, sedangkan aku enggak cuma nyicip-nyicip banyak tapi gak beli, malah temen-temen di sana aku beliin Mi Maggie yang katanya jadi mie nomor satu di Malaysia nyaingin Indomie. Hari itu hujan lumayan, jadi didalam kami keliling-keliling sambil lihat-lihat apa aja yang dijual pedagang disini, dan ternyata banyak banget dan gak cuma aksesoris malaysia aja yang jual, semua barang disini ada bahkan ada yang jual keramik cantik dari turki.

.....
. . . . . 
Cantik-cantik ya
.
Hujan udah reda, kami langsung pergi ke KL sentral buat nyari tiket bus ke Bandara. Tapi sebelumnya mas Iqbal beli makanan dulu buat di bungkus, katanya buat disimpan besok hari di bandara, katanya makanan di bandara lumayan mahal, dia juga belinya gak jauh dari jalan petaling. disitu aku baru sadar, ternyata diwarung itu semuanya makanan indonesia, aku gak beli apa-apa kecuali cendol yang harganya 2 RM buat dibungkus, baru setelah itu kami pergi ke KL Sentral, disitu aku sempetin diri beli Mi Maggie dua bungkus juga Marlboro 2 bungkus warna biru pesenan orang yang kemaren ngasih aku tips hidup di malaysia beberapa jam sebelum aku tiba di kota ini. 

Pas udah magrib baru kami ambil bus yang langsung nuju ke arah bandara, disitu aku duduk sama orang sigh yang mana dia cerita mau njemput temenya di bandara, dia udah kerja di malaysia 7 tahun katanya tapi bahasa melayunya kurang begitu, jadi kami ngobrol pake bahasa inggris beberapa kali. Pas udah 20 menit tiba-tiba dari belakang ada orang lari kedepan dia nyuruh berhenti katanya ada ASAP di belakang, semua penumpang panik langsung turun di tengah Highway. Sambil nungguin bus kami cerita-cerita lagi sebentar, pas bus yang lain datang kami naik dia cerita lagi tentang agama sigh, panjang lebar sampek akhirnya gak terasa udah dibandara aja. tiba-tiba

Sambil nunggu bus yang lain
Kami keatas cari spot buat tidur, dan akhirnya dapat di lantai 4, tempatnya outdoor sebelum ruangan-ruangan counter check-in jadi gak terasa dingin karena AC. Mas Iqbal sama mas Joko mutusin buat tidur sedangkan aku cari temput buat ngecharge HP, dsitu aku baru sadar kalo Charger hpku rusak lagi (-_-") padahal baru aja dibeliin bulek ana, yaudah aku kebawah buat cari toko charger yang masih buka, disituada yang masih buka ngasih harga charger sampai 29 ringgit, dan ku ambil, ternyata charger dia juga agak lelet, tapi gak papa dah. setelah puas ngecharge aku balik lagi ketempat mereka, sekalian ngeokok sambil njagain mereka, dideket situ ternyata ada smoking zone khusus perokok dan ada pemandangan bagusnya juga.

View dari Smoking Zone
Udah puas ngerokok, aku balik lagi kemereka, aku juga cerita kemereka tentang jalan-jalanku selama mereka gak ada, walaupun mata mereka agak terkantuk-kantuk mereka tetap dengar aku bercerita bahkan ada bapak-bapak yang juga ngeliatin aku banget cerita. sampe aku tanyain "dari indonesia ya pak"(soalnya dijaketnya ada logo K24). dia bilang iya. Nah dari sini kami mulai membuka percakapan, nama beliau pak syamsudin tapi biasa dipanggil pak din beliau seorang TKI asal Semarang yang mau balik kampung, beliau udah lama jadi TKI dari tahun 1996 tahun yang sama dimana aku lahir, karena pengalamanya aku jadi banyak tanya tentang Politik dinegara ini, dia cerita panjang lebar mengenai sisi gelap politik di negara ini yang sebelumnya udah di jelaskan sama kakak yang jaga kounter tiket bus di Cameron Highland, tapi dalam percakapan ini pakdin lebih memperjelas ceritanya. Sampai kira-kira 2 jam pak din coba buat masuk kedalam yangkatanya mau check-in duluan walau sebenernya keberangkatan beliau masih 4jam lagi, karena llumayan lama jadi aku tinggal sebentar buat mandi, ya di KLIA2 ada kamar mandinya. Pas aku udah balik ternyata pakdin udah cabut aja dari temapt duduk kami juga ninggalin kami 3 bungkus roti rasa krim keju yang super enak. Udah muali pagi aku coba buat makan, disitu ternyata ada KFC, cuma harganya sedikit lebih mahal. Harga 2 ayam dikota = 1 ayam disini. Tapi tetap aku ambil soalnya udah keburu lapar, KFC ini juga ada tempat duduk sendirian menghadap pemandangan yang sama kayak di smoking zone, soalnya jaraknya juga gak teralalu jauh, bahkan masih satu deretan sama Smoking Zone.

Udah pemandanganya kayak gini
Ditambah makananya kayak gini
Udah mulai keliatan matahari
Waktu udah pagi saatnya bergegas lagi buat boarding dan check-in. yah udah gak inget lagi itu jam berapa. Paspor udah di cap, barang udah di scanning, dan tinggal nunggu buat masuk kedalam pesawat. selagi nunggu buat masuk pesawat, kami duduk di sebelah orang berhidung mancung kearab-araban, waktu itu dia tanya tapi dengan bahasa tarsan dan kelihatan dia gak bisa bahasa inggris, dia bilang dia dari Aljazair. Oia waktu itu aku punya jam terbang yang sama sama mas Joko, kalo mas Iqbal agak siangan, dan kebetulan karena mas joko anak sastra bahasa arab, dia aku suruh buat ngobrol sama orang Aljazair itu, mereka ngobrol, bahkan dia sempet tanya sama aku apakah aku bisa bahasa arab, dia kaget waktu denger mas joko bilang aku gak bisa bahasa arab, dia tanya lagi apa sebenernya yang aku baca saat sholat, aku jawab yang kubaca tu apa yang kuhapalkan selama ini. kami ngobrol panjang lebar yang isinya agak menyindir aku bahakan buat aku jadi manusia yang banyak dosa saking mindernya aku, aku bisa maklumi dia seperti itu, karena dia adalah orang yang taat beragama dan niat dia ke Indonesia buat cari kerja jadi pengajar di pesantren-pesantren di solo. Tapi ada candaaan disela kami mengobrol. Pas mas joko ke WC ini agak buat aku canggung, dimana dia gak bisa bahasa Inggis dan aku gak bisa Bahasa Arab, dia coba ngomong bahasa Perancis (Aljazair jajahan Perancis kalo gak salah) tapi aku tetap juga gak paham LOL xD.

Aku, Mas Joko, dan Orang Aljazair itu


Pas masjoko udah datang, ternyata pengumuman masuk pesawat udah diumumin. yadudah kami bertiga sama-sama pergi. Aku sama mas Joko udah di cek tiket, tapi orang ini masih di cek tiketnya, dankami tunggu ternyata lamaa sekali orang ini, lalu dia aku datangin ternyata dia punya masalah, dia lupa buat beli tiket balik dari Jogja ke Kuala Lumpur, mbak kounternya bilang kalo dia harus balik ke Aljazair, soalnya gak punya visa kerja, dia cuma ngandalin free entry visa aja ke Indonesia. Mbak konternya gak bisa bahasa arab, jadi lagi-lagi mas jokonya jadi penerjemah, pas itu dia bilang kalo beli tiket balik dari Indonesia ke Malaysianya pas di jogja aja, tapi mbak konter bilang itu gak jamin kecuali kalo aku sebelumnya udah traveling duluan sama dia padahal sebenernya dia ada tiket balik dari Malaysia ke Aljazair dan waktu dia solo cuma 3 hari, aku minta mbak konternya buat booking tiket dari jogja  ke KL buat 3 hari. Tapi mbak konter tetap nolak buat dia pergi, dia harus tinggal dan berurusan sama pihak airasia di kantor. Akhirnya dia mau gak mau harus pergi kesana, dia bahkan sebelumnya memohon, mohon sama kami buat tinggal sama dia, tapi kami bilang itu gak akan mungkin soalnya buat kesini (Kuala Lumpur) aja ngandalin tiket Promo. Di akhir mbaknya bilang trima kasih banyak karena udah jadi penerjemah, dan mbaknya aku pesenin kalo dia bisa bahasa perancis kali aja gak ada translator bahasa arab.

Saatnya naik kepesawat, disini aku duduk lagi sama mas-mas yang ternyata juga TKI yang mau pulang kampung, mas itu aku kasih SIM Card Digi punyaku, soalnya sayang pulsanya masih ada, dan kalo kubawa akhirya jadi gak kepake. Oia aku sebelumnya tanya sama dia tentang larangan bawa rokok di bandara, da bilang kalo bawa rokok dari luar itu cukup bermasalah, bermasalahnya pas di pintu imigrasi indonesia, soalnya rokok yang dipake bukan cukai indonesia. Dia bilang buat sembunyiin aja di kantong. Pas udah mendarat, udah sampai di depan pintu migrasi aku kutin kata-kata dia, kantong belakang celanaku ku kosongin dompet hp ku taroh di tas, sisanya dikantong cuma rokok dan dari situ ahirnya gak ketahun walau sempet deg-degan juga.

Dan akhirnya sampek juga di jogja, hihi setelah 6 hari di kampung orang ternyata lumayan berkesan yak + gak bikin kapok buat plesiran a la backpacker gini. satu tiket promo sudah dihabiskan saatnya cari tiket promo yang lain


Seminggu di Malaysia - Part 5

Subuh di BTS

Hari ini sudah hari senin tanggal 6, posisi pagi ini juga masih di BTS, sebenernya aku males buat balik lagi ke ke KL, dan agak sedikit nekat aku coba cari schdule buat ke Cameron Highland. Yap dapat dan langsung kubeli sekitar jam 9an, pas udah jam 9an langsung boarding ke bus. Lanjut tidur lagi, hehe mas Iqbal sebenernya udah nanyain dimana tapi hari itu aku gak bilang bilang mau ke Cameron, bahkan ke Singapore juga mereka gak tau. sumpah ini unplaned banget, tapi coba-coba lah. Udah sampai di tengah jalan aku langsung bangun, ya ternyata jalanya udah mulai menanjak-nanjak dan disitu aku udah mulai keliatan mual, entah mungkin karena sopirnya yang gak lihat untuk pertama kali dalam beberapa tahun aku mabok di jalan. padahal beberapa kali aku naik bus di jawa gak pernah sampai segini mualnya bahkan beberapa kali mau muntah, posisiku juga waktu itu gak ke belakang-belakang amat, malah termasuk kategori paling depan sendiri. Dan perjalanan naik turun itu berlangsung 30menitan kurang lebih.

Udah sampai di terminal, langsung keliling-keliling buat makan disini badanku juga gak enak mana udara lumayan dingin kayak udara di puncak, yaudah jalan jalan sekitar aja soalnya males buat kekebun teh dsb jaraknya jauh juga gak ada klihatan transportasi umum kecuali taksi. Disitu foto-foto sebentar lalu balik pulang ke KL.

Pemandangan di Cameron Highland
Taman didekat Terminal Bus
Hotel dekat taman di atas
Sudah sampai di terminal, aku bilang ke loket yang isinya mbak mbak umurnya sekitar 28an buat tanya bus ke KL langsung, dia bilang ada setelah ini. lalu dia bilang begini "Awak dari sabah kah indon kah?" dia tanya begitu lantaran aksenku sama dengan aksenya. Dia cerita banyak tentang negeri sabah bahkan aku juga bilang kalau sebenarnya juga aku dari kalimantan. yah kita berasal dari satu pulau yang terpisah oleh dua negara. Selain itu aku juga tanya tentang gerakan bersih yang beberapa kali gejolak di malaysia, dia cerita kalau orang malaysia tidak suka dengan Najib soalnya sering melakukan rasuah atau korupsi dan gejolak itu dibuat untuk melawan rezimnya Najib. Dia cerita panjang lebar tentang politik, maklum soalnya aku juga kuliah di juusan yang ada politiknya. Busnya udah datang si kakak(begitu aku memanggilnya) penjaga loket nyuruh buat langsung masuk ke dalam bus. Pas diliha-lihat ternyata penumpangnya cuma 3 orang, aku sama sepasang bule di bus. dari situ aku tidur lagi di dalam bus dan di sampai di KL waktu itu kira-kira jam 5an, untungnya belum magrib. 

Waktu itu bus berhenti di KL sentral, soalnya si sopir memang nawarin turun di situ, aku turun lah. lalu masuk kedalam sambil searcing hp, cari cari hotel di traveloka. sebenernya kali ini aku memang niat buat cari private room di hotel setelah beberapa kali gak betah tidur sama orang lain jadi buat privasiku agak terganggu, mana juga gak enak sama mas Iqbal masa harus nebeng nginep lagi. sampai akhirnya dapat hotel dideket hostelku kemaren nginep di chinatown. Harga hotelnya untuk private room sekitar 60 ringgit, dan refund 40 include wifi lelet + Breakfast. aku lupa nama hotelnya, kamarnya lumayan kecil mana cuma isi kipas. tapi lumayan lah soalnya udah lama gak tidur kayak gini mana udah cukup kangen sama koskosan, soalnya udah lumayan lama di luar negeri. Hari mulai magrib, aku siap-siap cari makan diluar.

Aku nggak inget nama jalanya, yang pasti kalo udah malam, banyak banget warung makan kaki lima di trotoar didepan hotel, biarpun banyak aku juga gak ada niat makan di tempat gini takut ada campuran babi waktu masak, sebenernya niat juga pengen nyoba gara gara koki masaknya diluar, jadi kecium banget aroma enaknya. Akhirnya aku terus keliling sampek ketemu orang jualan kebab yang dia bliang Halal, trus aku beli yang rasa ayam harganya 5 RM, itu pun dapatnya yang lumayan gede. jadi gak makan apa apa lagi setelahnya. Habis lumayan kenyang cari minuman lagi di supermarket KK. disitu waktu aku kekasir, ada ibu-ibu orang cina yang ngomel-ngomel habis beli barang disini, tapi barang sama yang ditulis di barcode beda, juga lucunya orang cina ini gak bisa bahasa inggris yang kasirnya orang india juga cuma bisa bahasa inggris, jadi ya aku bantu ibu-ibu tadi ngomel ngomel nyelesein masalahnya trus balik lagi kehotel buat tidur.

Pagi-pagi didepan hotel


Bersambung . . . . . .




Seminggu di Malaysia - Part 4

Pagi di Pasar Karat
Hari itu tanggal 5, aku bangun dari sekitar jam 6an. Bangun-bangun aku keluar dari kamar, langsung ke WC, pas di jalan mata masih sepet-sepet kedengeran dari loker suara alaram, dan ternyata itu ALARM KU!!! langsung lah aku buka loker terus kumati alarm di HP, busett dah ternyata alarm di Hpku satunya nyala, padahal malam sebelumnya udah kumatiin, plus aku juga kena tegur petuasnya yang dia cerita dari tadi udah mondar-mandir nungguin yang punya alarm, dari situ aku udah malu dan minta maaf, tapi untungnya dia tetap baik. Aku coba buat keluar jalan jalan sekitar buat cari rokok, soalnya rokok yang sebelumnya kubeli udah habis, kali ini rokok yang kucoba beli beli Chesterfield soalnya sedikit murah sekitar 11 RM
Gambarnya lumayan

keliling keliling sekitar chinatown, ternyata disitu ada pasar karat yang jual semua barang-barang murah, aku coba cari-cari charger HP soalnya, tadi malam aku coba beberapakali dan fix charger Iphoneku rusak. disitu semua barang yang mau dicari ada, tapi buat yang pengen cari oleh-oleh disitu bukan tempatnya. yaudah aku coba cari charger dan harga yang di tawarkan gak jauh dari yang dijual di KL sentral, akhirnya gak jadi beli disitu juga banyak yang jual barang2 indonesia kayak rokok jarum, andaikan tau aku gak jadi beli rokok yang kubeli sebelumnya mana harga rokok jarum cuma 4 RM, 2 lebih murah daripada Chesterfield.
Jual uang untuk koleksi, termasuk Rupiah
Suasana Petaling Street
Setelah puas jalan jalan, aku balik lagi kehostel buat siap-saiap, oia aku hari ini niat mau kejohor bahru tapi karena hp mati jadi aku kabarin bulek pakai PC yang disediain sama pihak hostel cuma-cuma, tapi lelet. yaudah langsung checkout cuss LRT menuju KL Sentral, sampai di KL Sentral langsung ambil tiket KTM(Kereta Tanah Melayu) kearah Terminal Bus di BTS (Bandar Tasik Selatan). disini terminalnya super, kayak bandara Syamsudinoor malah kayaknya lebih besar lagi. mana ruang tunggu nya lumayan bagus ada sistem boardingnya bahkan ada Gate-gatenya sendiri kayak dibandara. Waktu itu aku cari bus yang lebih murah kearah Larkin JB, dapat harga kira-kira 33.3 RM atau sekitar 100ribuan keatas, nama busnya Kwok Ping. Selama dijalan hpku bener-bener mati dan untungnya ada hp cadangan, tapi mau gak mau harus beli kartu lagi, soalnya bentuk kartunya yang nano. Sampai di Larkin kira-kira sore aku beli kartu sebentar, kali ini aku pakai Digi soalnya kartu bulek juga Digi, dan aku baru ngabarin kalo aku udah sampek di Larkin. Bulek langsung otw ke terminal, sedangkan aku duduk nongkrong di warkop sambil nikmatin segelas teh tarik, sumpah Larkin ini tampilanya beda banget sama BTS, Larkin keliatan lebih liar banyak calo dimana-mana juga tempatnya kotor gak keurus, dibanndingin BTS yang isinya bersih teratur kayak bandara.  Beberapa menit kemudian bulek datang dan aku dibawa kerumahnya tapi sebelumnya aku minta datang buat ketempat orang jual charger Iphone, yaudah akhirnya kami kesana. aku gak terlalu banyak cerita di bagian ini, yang intinya malam itu aku menginap disana, dan foto juga gak terlalu banyak gara-gara Hp mati. 

Pagi Hari waktu itu sekitar jam 6an, aku bangun minta permisi keliling-keliling sebentar, sambil telponan sama bapak di rumah via LINE. Udah balik siap-siap lagi aku, niatnya pengen pergi ke Legoland di johor, tapi si bulek gak terlalu tahu tempatnya, malah disarankan buat keSingapore. sebenernya aku agak malas soalnya dulu pernah kesana, tapi yaudah lah aku manut aja, hari itu juga hari minggu pastinya rame orang. Aku di antarkan sampai JB sentral, sama kayak KL sentral tapi lokasinya ini disebrang pas sama Singapore. Aku berniat cuma pergi ke 3 tempat, Merlion Park, Bugis, Haji Lane. Bus yang ku pakai causewaylink harganya 1.50 RM dari JB Sentral ke arah Kranji MRT Station, sampai Sore baru balik lagi ke JB Sentral dan baliknya sekitar 1 $Spore. 

1.5 $, seharunya 1.5 RM

disebrang udah Singapore

Bagian dari Istana Pangeran Johor

OTW JB Sentral

Didalam JB Sentral
Dalam MRT
Esplanade
....
Haji Lane
Lagi lagi
Haji Lane Lagi
Bugis
Boat Quay
Aku gak terlalu merinci perjalanan di singapore, soalnya cuma jalan-jalan sebentar, duit cuma habis buat transportasi MRT + makan nasi padang di arab street yang harganya muahaalll banget, bayangkan aja nasi di ambilin pakai ayam harga sampai 50 ribuan. makanya aku gak terlalu excited sama singapore, ini. Udah sore balik lagi ke JB sentral, sumpah kaki pegel banget soalnya kebanyakan berdiri di dalam MRT itupun harus ngelewati 14 stasiun yang tiap stasiun lumayan lama banget jaraknya kestasiun lain, dari awal nyebrang sampe ke Raffles Park, jadi kadang tiap ada stasiun harus duduk dulu buat istirahat baru lanjut lagi.

Sudah sampai di JB sental bulek bilang nanti buat nelpon lagi, tapi sore itu masih agak siang jadi aku sempetin buat jalan-jalan ke mall disebrang, disana kayak biasa makan dulu lah di KFC. Sampek hari udah sore, akhirnya balik lagi kedepan JB sentral baru nelpon bulek, oia bulek bilang gak bisa jemput soalnya jalan banyak di tutup gara-gara PM Najib datang, jadi aku disuruh naik taksi yang dia nanti bayarin. aku tanya lagi kalo naik bus aja gimana, dan dia bilang bisa. yaudah aku tunggu bus dan akhirnya sampek hampir magrib gak muncul juga bus-busnya. dan aku putuskan buat ambil taksi kealamat yang udah bulek kasih. aku tanya ke sopirbusnya dia bilang sekitar 32 RM, yaudah langsung OTW. dijalan aku sambil ngeliatin harga meteranya yang ternyata lebih murah cuma 24 RM!! aku keluarin duit 24 RM dia bilang gak mau nerima soalnya tadi kespakatanya 32 RM yaudah aku bayar. Sampek di depan rumah bulek agak sedikit kecewa, soalnya tadi udah janji buat bayarin taksi malah ku bayar duluan, yaudah akhirnya aku dikasih 50 RM.

Langit senja di Johor Baru

Sebenernya aku juga udah bilang kalo malam ini aku bakal balik ke KL pake BUS Malam, terus aku diantarkan lagi ke Larkin dan dikasih lagi 100 RM sama bulek. Sampai dilarkin aku ambil lagi bus malam yang dia kasih harga sedikit mahal, sekitar 35 RM. Didalam juga aku agak kecewa, tempat duduk yang udah di tentuin di ambil orang, aku protes tapi dia bliang "sudah ambil kursi yang lain aja" yaudah aku ladenin aja, males juga buat cekcok mana badan capek habis keliling-keliling Spore seharian. Dan sampek di BTS kira-kira jam 3an dan itu kusempetin buat makan nasi gorang kampong dan tidur lagi sekalian ngecharge sampai pagi.

Pagi di BTS
Muka kurang tidur. . . .

Bersambung . . . . .

Seminggu di Malaysia - Part 3


Waktu itu sudah pagi jam 5 siap siap buat sholat yang ternyata waktu sholatnya jam 6 -_-“, yaudah lah dah siap-siap buat pergi pergi lagi sama mereka seharian, dan kami di beri sarapan roti sama strawberry jam + kopi. Karena jaraknya juga gak jauh dari KLCC jadi kami putuskan buat jalan kaki ke KLCC. Disini ada suatu kejadi traumatik dimana waktu itu aku mau nyebrang, disitu lampu merah pedestrian warna ijo yaudah aku jalan gtu aja, tiba-tiba ada motor dari jauh mbleyer-mbleyer saking takutnya aku yng udah di tengah jalan balik lagi ketepian sampai muka keringetan betul :’( . yaudah selama dijalan mereka nawarin buat makan di KFC yang katanya murah daripada di indonesia (emang murah sih). Tapi katanya makanya nanti, saolnya udah sarapan. Yaudah kami jalan terus sampe akhirnya di KLCC tepatnya di depan menara petronas ya nggak tau lagi mau ngapain kecuali foto-foto. Yang aku lakuin waktu itu foto tulisan-tulisan ke kawan-kawan yang ada di jogja maupun di banjarbaru supaya gak dimintain oleh-oleh lagi nanti pas pulang (huehuehue). Sampek akhirnya puas kami lanjutin lagi perjalanan pake LRT.

Gak perlu tau lah apa yang ku tulis
Gak perlu tau lah apa yang ku tulis


Karena hari itu hari jumat jadi destinasi kami selanjutnya yaitu masjid, waktu itu udah cukup siang sekitar jam 12an kami langsung aja pergi kemasjid naik LRT, waktu itu aku agak gumun gara gara stasiunya ada di bawah tanah, hihihi itu jadi pertamakalinya aku pergi lewat stasiun bawah tanah, waktu sampai di stasiun masjid jamek kami tanya kemana arah masjid jamek ke ibu-ibu yang jualan makanan, tapi dia bilang lebih bagus kalo sholat jumat ke masjid nasional dari pada masjid jamek, yaudah nurut aja kata emak-emak itu. Kami jalan terus menuju arah masjid kira-kira jalan 1 KM-an dari Stesen LRT masjid Jamek kearah masjid nasional, belum sampek sana ternyata posisi kami ada di sisi jalan Highway, masjid ada di seberang jalan mana tadi dari jauh ada kedengeran suara kayak azan, dari sini aku udah khawatir kalo nanti kita telat buat sholat mana udah jam 12 lewat, aku bilang mas iqbal dia bilang kita jalan dulu ke arah sana mungkin disisi lain ada tempat penyebrangan. Kami jalan hampir satu kilo lagi disitu ada Junction tapi gak ada zebracross, akhirnya dengan nekat dan penuh dengan kejadian traumatik tadi kami nyebrang walau banyak mobil yang klakson-klakson.

Sudah sampai disebrang kami lihat keadaan masjid ternyata masih sepi, aku udah khawatir kalo Shalat jumatnya udah selesai, lalu kami masuk  untuk tanya petugas kapan shalatnya dan dia bilang ternyata jam 2 dan masih 1,5 jam lagi (-_-"). ini lah kesalahan kami, kami kurang memperhatikan waktu sholat disini. setelah itu kami kehalaman masjid makan sebentar dan ternyata di sana ada orang jualan snack-snack mana yang jual orang madura, aku coba deketin kali aja di kasih murah dan ternyata sama aja (-_-"") , setelah itu kami masuk untuk dengar ceramah yang bahasanya kadang gagal buat dipahami sampai akhirnya sholat di laksanakan.

National Mosque
Badan udah seger habis sholat, sebenernya kami agak capek tapi kami mau lanjut jalan. Kami balik lagi ke Stasiun LRT masjid jamek, disitu kami istirahan sambil cari minum, disitu ada orang jual minuman harganya murah sedikit cuma 1 RM, pas aku dengar-dengar dia lagi ngobrol sama orang lain, dia tenyata orang jawa. yaudah kami beli lagi 3 tapi kali ini aku nawar lagi 2 RM buat 3 minuman, dan tetep gak dikasih yaudah minum aja. Kami jalan lagi keatas naik LRT buat pergi ke KL Sentral soalnya mas Iqbal bilang disana ada yang jual KFC. Yaudah kami kesana, sampai di antrian aku ambil paket satu nasi satu ayam yang harganya hampir mirip sama yang dua ayam. aku lupa harganya berapa yang satu ayam, tapi yang dua ayam harganya hampi 12 RM, mana nasinya juga enak gurih banget kayak nasi samin + ditambah acar yang di campur mayonaise (kadang-kadang diganti sambal terasi), minumnya juga nyesuain sama minuman-minuman khas sana kayak tehtarik.


Perut udah kenyang, sekarang jadi malas jalan, kami bincang-bincang sedikit. dan aku cerita kalo malam ini aku ada booking hostel sebelumnya  di traveloka. tampat hostelnya didekat pasar seni di chinatown, bergegas kami naik LRT lagi buat pergi kearah pasar seni, yang jaraknya cuma 1 stasiun. mereka sengaja ngantar aku kesini soalnya mereka bilang mau sekalian kepasar seni, soalnya barang-barang disitu lebih murah terutama buat cari oleh-oleh. dan ternyata bener, mas iqbal nawar nawar gantungan kunci sampe dikasih seringgit per gantungan kuncinya, dan dideket situ juga ada jalan petaling yang jual baju cuma 6ringgit fixedsize, aku beli satu buat eko dia pernah juga kasih aku baju waktu dia ke Bali beberapa minggu yang lalu. Setelah puas beli-beli dia baru antarin aku hostel, waktu itu susasana mendung, bahkan udah hujan sebelum akhirnya hostel yang kami cari ketemu. Kami nunggu sampai waktu 1 jam, sampek akhirnya aku bilang aku mau kesana sendirian jaraknya juga gak jauh cuma beberapa blok, cuma resikonya hujan. akhirnya aku jalan kesana sendirian, dan sampai di Hostel yang namanya Submarine Guest House. 

Hostelnya ternyata lumayan, para pegawainya ramah, baik hati dan tidak sombong. aku waktu itu booking doormitory room yang isniya 6 orang, ternyata aku diarahkan ke kamar yang isinya cuma untuk 2 orang, layanan yang didapat cuma wifi no include breakfast + juga locker, tapi gemboknya beli sendiri yang harganya sampe 17RM. Karena ranjangnya ada dua, dan udah ada yang isi di bawah, akhirnya aku ambil di atas, disitu ada orang korea namanya panjang banget dan dia nyruh buat panggil Mr. Chong, dia ngelajarin aku gimana caranya pakai colokan kaki 2 di terminal yang colokanya 3. aku hari itu lupa universal adapternya masih di bawa mas Iqbal, mana chargerku juga rusak. Sore itu aku siap-siap buat pergi ke hotelnya mas Iqbal yang jaraknya lumayan lah, buat ngajak makan malam, tapi sebelumnya aku keliling-keliling dulu sekitar hostel supaya tau jalan-jalan sekitar.
Entahlah apa namanya, yang pasti ini kayak tempat sembahyang orang india.
Habis puas keliling-keliling, lanjut ke Stasiun LRT sampek ke bukit bintang udah lumayan malam. Oiya, ternyata hotel mereka deket sekali sama jalan alor yang jual banyak makanan, disitu aku jalan sebentar buat istirahat, nah kebetualan ada yang jual eskrim turki dulu kalo ngeliat di tv mereka yang jualan eskrim ini punya atraksi atraksi buat negrjain pembelinya, yang penasaran gimana atraksi-atraksinya monggo lihat di youtube. Eskrim yang dia jual harganya sampe 16 RM, muahal banget mungkin karena tmpatnya di jalan alor kayak makanan pinggir jalan malioboro jadi mahal banget, tapi gak papa demi atraksi mana pertama kali beli eskrim kayak gini. pas dia udah selesai ngasih cone yang berisikan eskrim coklat, aku perlahan mulai menerimanya. tapi diambil lagi sama dia, dan tanganku di jabatnya. udah selesai no-attraction. aku agak terdiam sebentar dan pergi dengan perasaaan kecewa. 
Tapi rasanya gak ngecewain kok


Mereka aku jemput di hotel mereka, mereka ngajak aku makan di jalan alor, awalnya aku mau di restoran india yang sebelumnya kita pernah makan, tapi mereka gak mau maunya mereka makan di chinese food yang jadi dominan di jalan alor. aku bilang kalo apa yang mereka jual itu belum tentu halal, yaudah kami mulai berkeliling dan akhirnya dapat warung halal yang jual nasi goreng, setelah itu aku langsung balik ke hostel, sebelum LRTnya tutup.

Sate-satean yang pasti ada daging babinya

Makan malam di jalan Alor
Bersambung . . . . . .